Prinsip, Fungsi, Teknik dan Tujuan Supervisi

Prinsip Supervisi

Prinsip Supervisi

Prinsip-prinsip Supervisi menurut Tahalele dan Indrafachrudi (1975):

  • Supervisi harus dilaksanakan secara demokratis dan kooperatif.

  • Supervisi harus kreatif dan konstruktif.

  • Supervisi harus ”scientific” dan efektif.

  • Supervisi harus dapat memberi perasaan aman pada guru-guru.

  • Supervisi harus berdasarkan kenyataan.

  • Supervisi harus memberi kesempatan kepada supervisor dan guru-guru untuk mengadakan “self evaluation” .

 Prinsip Supervisi Pendidikan

1.        Prinsip Ilmiah, dengan ciri-ciri :

Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data yang objektif yang diperoleh dalam kenyataan proses pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar).

Untuk memperoleh data diperlukan alat perekam data (angket, observasi, percakapan pribadi, dan lain-lain).

Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara sistematis, terencana dan kontinu.

2.        Prinsip Demokratis

Yakni dilaksanakan berdasarkan hubungan kemanusiaan yang akrab sehingga guru merasa perlu untuk mengembangkan tugasnya. Demokratis mengandung makna menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru.

3.        Prinsip Kerja Sama

Yakni mengembangkan usaha bersama atau “sharing of idea, sharing of experience” serta memberi support, dorongan dan menstimulasi guru sehingga mereka merasa tumbuh bersama.

4.        Prinsip Demokratis dan Kreatif

Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreativitasnya jika supervisi mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan menakutkan.

 

Fungsi Supervisi

  • Ayer, Fred E, menganggap fungsi supervisi untuk memelihara program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan.

  • Franseth Jane, menyatakan bahwa fungsi supervisi memberi bantuan terhadap program pendidikan melalui bermacam-macam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki.

  • W.H. Burton dan Leo J. Bruckner menjelaskan bahwa fungsi utama dari supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi hal belajar.

  • Kimball Wiles, mengatakan bahwa fungsi supervisi ialah memperbaiki situasi belajar

Teknik Supervisi

Gwyn dalam Sahertian dan Mataheru (1986) menyebutkan teknik supervisi terdiri dari individual deviation (bersifat individual) dan group devices (bersifat kelompok). Teknik supervisi yang bersifat individual antara lain; kunjungan kelas, observasi kelas, percakapan pribadi, saling mengunjungi kelas, dan menilai diri sendiri. Sedangkan teknik yang bersifat kelompok diantara adalah; panel of forum discussion, curriculum laboratry, directed reading, demonstration teachingprofessional libraries, supervisory bulletin, teacher meeting, professional oraganization, workshop of group work.

Evan dan Neagly (1980) menyebutkan teknik supervisi terdiri dari; individual techniques (teknik perorangan) dan group techniques (teknik kelompok). Individual techniques terdiri atas; assignment of teachers, classroom visitation and observation, classroom experimentation, colleges course, conference (individual), demonstration teaching, evaluation, proffesional reading, professional writing, supervisory bulletins, informal contacts. Sedangkan yang termasuk teknik kelompok (group techniques) diantaranya adalah; orientation of new teacher, development of professional libraries, visiting other teachers, coordinating of student teacing.

 

A.      Teknik perseorangan/individual

Teknik supervisi individual di sini adalah pelaksanaan supervisi yang diberikan kepada guru tertentu yang mempunyai masalah khusus dan bersifat perorangan. Supervisor di sini hanya berhadapan dengan seorang guru yang dipandang memiliki persoalan tertentu. Teknik-teknik supervisi yang dikelompokkan sebagai teknik individual meliputi: kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antarkelas, dan menilai diri sendiri. Berikut ini dijelaskan pengertian-pengertian dasarnya secara singkat satu persatu

1.        Mengadakan kunjungan kelas (Classroom visitation) Yang dimaksud adalah kunjungan yang dilakukan untuk melihat guru yang sedang mengajar atau ketika kelas sedang kosong.

2.        Mengadakan observasi kelas (Classroom Observation) Kunjungan ke sebuah kelas untuk mencermati situasi/peristiwa yang sedang berlangsung di dalam kelas.

Pelaksanaan observasi kelas ini melalui beberapa tahap, yaitu:

(1) persiapan observasi kelas;

(2) pelaksanaan observasi kelas;

(3) penutupan pelaksanaan observasi kelas;

(4) penilaian hasil observasi; dan

(5) tindak lanjut.

Dalam melaksanakan observasi kelas ini, sebaiknya supervisor menggunakan instrumen observasi tertentu, antara lain berupa evaluative check-list, activity check-list.

3.        Mengadakan wawancara :  dilakukan apabila supervisor menghendaki jawaban dari individu tertentu.

4.        Kunjungan Antar Kelas

Kunjungan antarkelas dapat juga digolongkan sebagai teknik supervisi secara perorangan. Guru dari yang satu berkunjung ke kelas yang lain dalam lingkungan sekolah itu sendiri. Dengan adanya kunjungan antarkelas ini, guru akan memperoleh pengalaman baru dari teman sejawatnya mengenai pelaksanaan proses pembelajaran pengelolaan kelas, dan sebagainya.

5.        Menilai Diri Sendiri

Menilai diri sendiri merupakan satu teknik individual dalam supervisi pendidikan. Penilaian diri sendiri merupakan satu teknik pengembangan profesional guru (Sutton, 1989). Penilaian diri sendiri memberikan informasi secara obyektif kepada guru tentang peranannya di kelas dan memberikan kesempatan kepada guru mempelajari metoda pengajarannya dalam mempengaruhi murid (House, 1973). Semua ini akan mendorong guru untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya (DeRoche, 1985; Daresh, 1989; Synder & Anderson, 1986).

 

B.   Teknik kelompok

1.         Mengadakan pertemuan/rapat (meeting) Dalam kegiatan ini Supervisor dapat memberikan pengarahan (directing), pengkoordinasian (coordinating) dan mengkomunikasikan (comunicating ) segala informasi kepada guru/staf .

2.         Mengadakan diskusi kelompok ( group discusion )

3.         Mengadakan penataran (in service training)

4.         Seminar

 

Tujuan Supervisi

Secara operasional supervisi pendidikan bertujuan untuk memberikan bantuan kepada guru guna peningkatan kemampuan mereka dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang lebih baik yaitu, mampu menumbuhkembangkan potensi para siswa, potensi intelektual, emosional, social, keagamaan, maupun jasmaniahnya.

 

Mulyasa (2002) merumuskan tujuan supervise sebagai bantuan dan kemudahan yang diberikan pada guru untuk belajar bagaimana meningkatkan kemampuan mereka guna mewujudka tujuan belajar.Dengan supervise diharapkan kegiatan belajar mengajar jadi lebih baik.

 

Sahertian (1981) mengemukakan tujuan supervisi adalah :

  • membantu guru melihat dengan jelas tujuan pendidikan

  • membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar murid

  • membantu guru dalam menggunakan sumber pengalaman belajar murid

  • membantu guru dalam menggunakan metode dan alat pelajaran modern

  • membantu guru dalam memenuhi kebutuhan murid

  • membantu guru dalam menilai kemajuan murid dan hasil pekerjaan guru itu sendiri

  • membantu guru dalam membina reaksi mental atau moral kerja guru dalam rangka pertumbuhan pribadi dan jabatan mereka

  • membantu guru di sekolah sehingga mereka merasa gembira dengan tugas yang diperolehnya

  • membantu guru agar lebih mudah mengadakan penyesuaian terhadap, masyaraka dan cara cara menggunakan sumbermasyarakat dan seterusnya

  • membantu guru agar waktu dan tenaga guru tercurahkan sepenuhnya dalam pembinaan sekolah.

Tujuan umum supervisi

adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru (dan staf sekolah yang lain) agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, terutama dalam melaksanakan tugas, yaitu melaksanakan proses pembelajaran. Selanjutnya apabila kualitas kinerja guru dan staf sudah meningkat, demikian pula mutu pembelajarannya, maka diharapkan prestasi belajar siswa juga akan meningkat. Pemberian bantuan pembinaan dan pembimbing tersebut dapat bersifat langsung ataupun tiadak langsung kepada guru yang bersangkutan, (Arikunto, 2004: 40)

2 komentar: